Berita

UPM Millenium Bumikan Teori dalam Fase Lapang

“Langsung terjun ke lapangan itu saya paling suka. Terus ketemu pers mahasiswa, orangnya asik-asik dan terbuka banget. Selain itu bisa praktek wawancara, bikin buletin seharian, terus menjaga kekompakkan kelompok itu bagaimana, banyak pokoknya,” Ujar Khuliatuz Zahro, Mahasiswa Jurusan Dakwah Program Studi KPI 12’ yang mengikuti PJTD VII Unit Pers Mahasiswa (UPM) Millenium fase lapang.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Senin-Rabu (28-30/01/2013) di Aula Serbaguna PTPN XII Banjarsari, Jember, ini para peserta diajak untuk menerapkan hasil materi yang didapat sebelumnya di fase ruang. Seperti yang diungkapkan M. Syarifuddin, Ketua Panitia PJTD VII, “Kalau lapang merupakan lanjutan dari PJTD Ruang. Di ruang mereka mendapatkan teori setelah itu aplikasi di lapang,” ungkapnya.

Esensi dari kegiatan lanjutan dari fase sebelumnya ini, terletak pada memperluas wacana yang lebih jauh terhadap materi yang di dapat di fase ruang. “Tujuannya pendalaman materi yang telah didapat dari PJTD fase ruang. Mereka kan mendapatkan materi teknik wawancara, hardnews, bagaimana penulisan features, layout media, dan lain-lain. Jadi di lapang memang mereka semua mengaplikasikan teori-teori itu. Misalnya mereka harus membuat buletin beserta layout kemudian bagaimana menulis yang benar,” imbuh Syarifuddin.

Di samping itu ternyata kegiatan ini memberikan kesan tersendiri bagi para pesertanya. Salah satunya Zahro, dia justru terkesan ketika buletin buatan kelompoknya mendapatkan kritik, “Yang paling berkesan kemarin malam, waktu dikomentari buletinnya (evaluasi buletin kelompok) itu banyak banget kritikan dan masukan, banyak banget ilmu yang saya dapat,” ungkapnya.

Bukan menjadi hal yang menakutkan dikala proses evaluasi buletin hasil produksi setiap anggota magang itu dilakukan. Beberapa peserta justru merasa ternyata banyak kelalaian yang telah mereka lakukan, sehingga harus lebih berhati-hati lagi dalam mempraktekkan teori jurnalistik. “Dari situ saya tidak merasa sakit hati banget itu membuat saya mengoreksi diri, seperti saya kurang teliti,” imbuh Zahro.

Sedangkan menurut Budi Setiono, Pejabat Sementara Pemimpin Umum UPM Millenium, mereka mencoba membina di pelatihan awal ini agar pada nantinya para peserta siap menjadi generasi penerus organisasinya, “Kami ingin mencetak generasi insan persma muda. Terutama untuk Millenium sendiri, menenyerahkan tongkat estafet. Jadi kami membina teman-teman baru untuk meneruskan organisasi Millenium,” ujar Setiono.

Di sisi lain harapan mengenai diadakannya kegiatan ini agar tersampaikan dengan gamblang mengenai bagaimana teori maupun praktek jurnalistik itu. “Semua materi yang disampaikan dalam PJTD ruang ataupun lapang bisa bermanfaat untuk teman-teman dan mendukung kinerja mereka sebagai persma, terutama juga mendukung kegiatan mereka di Millenium,” imbuh Setiono.[]

Komentari
To Top