Puisi

Puisi-Puisi Yudha Lutfi Fitrianto

Malam

Keheningan dalam teduhnya rintik hujan.
Remang-remang cahaya bulan dan terangnya lampu kunang-kunang.
Serangkaian pemujaan yang menanamkan dirinya malam.
Saat lengit menghitamkan diri.
Saat mata langit hanya bisa memantulkan sinar.
Saat dingin menyapa kulit tanpa kesesatan.

Tak hanya hening, hitam dan dingin.
Serangkaian prosesi pelepasan jiwa selalu terjadi.
Dengan mata yang menghitam,
Mulut yang membisu,
Dan telinga yang menuli

01/05/2012

 

Suasana Gerbong Malam Ini

Tersusun rapi dalam barisan mimpi..
Manusia yang kehilangan alamnya tanpa kehilangan nafas..
Dalam gemuruh lingkaran besi bertemu baja..
Berjalan lurus teratur sesuai alur..
Kesadaran hilang ditelan kegelapan..
Dengan posisi tak tearatur tiap baris..
Suara penjaja kehidupan mondar-mondir tak terabaikan..
Kehadiran penjaja kehidupan tak akan tersadari..
Sebelum mereka kembali ke alam putihnya..
Alam yang tak akan menjadikan nyata kehidupan mimpi mereka..

20/05/2012

 

Lewat Tengah Malam

(mungkin) kau sedang berlarian liar di dalam alam mimpimu…
menginjak pelangi dengan kaki telanjang dan menyentuh awan dengan jemarimu yang lentik…
(mungkin) jug menyelami samudera terdalam bercengkrama dengan ikan dan tersenyum dengan bibir mungilmu…
sementara aku masih terjaga menemani gelap yang mulai mengantuk…
menarikan jemari diatas persegi bersimbol yang berbaris rapi di depanku…
entah akan menggelapkan pandangan atau menunggu matahari terbangun…

19/02/2013

 

Penantian Teruntuk Kehampaan

penantian tak berarah dalam kemiskinan moral..
ketika kata tak bersuara..
dan ketika suara tak pernah diperdengarkan..
semua teracuhkan dari hati..
tindakan hanya menambah kemelaratan masa..
ketika pergi harus menjadi alasan utama tinggal..
terkasih dalam perih..
tersayang dalam malang..
tercinta dalam lara..
takaran tak seimbang menuju kesatuan..
hati yang tersayat oleh otak tanpa saraf..
kokohnya kehancuran puing-puing rindu..
dengan cinta dalam gelembung udara..

01/05/2012

 

Aku, Kota Tua dan Punggungmu

menemukan sisa ingatan yang terendap dari dalam bentuk.
dari sebuah kota tua yang dulu sempat menyanjung hatiku.
jajaran bangunan tua yang membisu.
berusaha bertahan dengan umur yang menua.

di bawah lampu jalan ini aku berdiri.
menantikan lagi pertemuan itu.
dengan malam dan nafasnya yang menyapa kulit.
dalam remang lampu yang hampir tak mampu terjaga.

saat aku berdiri di dekat pintu.
ditepi jalan yabg hampa, sendiri.
sembari menoleh melihat punggungmu yangbtak akan terbalik.

08/02/2013

 

 

 

Yudha Luthfi Fitrianto

Lahir mojokerto 24 mei 1989, dibesarkan di Magetan dan sekarang tinggal di Jember. Menempuh studi jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. Menyukai musik, film, Jepang, Membaca, berdiskusi, ngopi, design, fotografi, seni budaya dan mulai menyukai sejarah. Berkegiatan di Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Dolanan, Lembaga Pers Mahasiswa Manifest Fakultas Teknologi Pertanian, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota Jember, Komunitas Kamera Lubang JarumIndonesia Jember. Beberapa karya tersimpan di falnyt.blogspot.com silahkan berkirim surat elektronik di FSHK@ROKETMAIL.COM atau falnyt.fshk@gmail.com

Komentari
To Top