Berita

Reporter LPMS Ideas Dilecehkan Birokrasi Fakultas Sastra Universitas Jember

Pembantu Dekan III Fakultas Sastra Universitas Jember, Wisasongko. (Foto: Dieqy Hasbi Widhana)

Setelah sempat mendapat ancaman akan dibekukan secara kelembagaan pada awal Januari lalu, kali ini Rosy Dewi Arianti Saptoyo, reporter dan anggota Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS-Ideas) dilecehkan oleh Birokrasi Fakultas Sastra Universitas Jember (FS-UJ), pada Rabu (01/09). Hal itu terjadi saat Rosy mengajukan proposal penerbitan media kepada Pembantu Dekan III FS UJ, Wisasongko.

Menurut Rosy, setelah ia menyerahkan proposal penerbitan media kepada Wisasongko, Rosy  tidak segera mendapatkan izin kegiatan dari Wisasongko. Rosy justru ditanya soal pekerjaan orangtuanya. “Awalnya ada perlu mengajukan proposal. Tapi saya malah disebut-sebut sebagai mahasiswa miskin setelah ditanya orangtuaku bekerja sebagai apa,” kata Rosy.

Menurut Rosy yang saat ini juga berstatus mahasiswa bidikmisi, perkataan Wisasongko sangat merendahkan harga dirinya sebagai mahasiswa. Bahkan, lanjut Rosy, hal tersebut seharusnya tidak patut diungkapkan oleh seorang dosen yang menjabat PD III FS-UJ. “Seharusnya sebagai dosen dan PD III tidak berkata seperti itu kepada mahasiswanya. Itu kan melecehkan,” kata Rosy.

Tak hanya disebut sebagai mahasiswa miskin oleh Wisasongko, Rosy menyebutkan bahwa ia juga diancam lantaran mengikuti kegiatan LPMS-Ideas. Karena LPMS-Ideas, kata Wisasongko sebagaimana diceritakan Rosy, kerap menerbitkan media yang mengkritisi kebijakan kampus. “Kamu itu miskin, jadi nggak usah macam-macam,” tutur Rosy menirukan perkataan Wisasongko. (Baca Juga: Wisasongko Membantah Tudingan Pelecahan Terhadap Reporter LPMS Ideas)

Hingga berita ini diturunkan, Rosy mengatakan bahwa ia masih mengalami trauma akibat perkataan melecehkan dari Wisasongko. Setelah keluar dari ruang kerja Wisasongko dan tidak mendapat persetujuan proposal untuk menerbitkan media, ia justru kembali ke sekretariat LPMS-Ideas dengan menitihkan air mata.

Sementara itu, Rosy akan segera menuliskan detail kejadian dan tindak pelecehan ini kemudian melaporkan kepada semua sivitas akademik di kampus.

“Besok saya akan menceritakan ini, biar semua tahu,” ungkap Rosy.*

(Baca Juga: Kronologi Ancaman dan Intimidasi PD III Fakultas Sastra Terhadap Reporter LPMS Ideas)

 

Penulis: Kholid Rafsanjani
4 Komentar
To Top