Kampus

Buletin Partikelir Raih Juara Pertama dalam Lomba Buletin Pers Mahasiswa Diesnatalis PPMI ke-23

Buletin Partikelir edisi Juni 2014 dan Piagam Penghargaan.

Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) Ideas memenangkan juara pertama dalam lomba buletin pers mahasiswa, untuk dua kategori: analisis isi dan kedalaman reportase. Lomba ini diadakan dalam serangkaian acara Diesnatalis ke-23 Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), pada Jumat-Senin (29 Januari – 1 Februari).

Juri dalam lomba ini antara lain Komang Wahyu, redaktur pelaksana TEMPO; Suwarjono, ketua Aliansi Jurnalis Independen; dan Abdul Basith el Qudsy, layouter. Ada tiga kategori yang dinilai. Dari setiap kategori, dipilih dua buletin terbaik.

Dua kategori yang dimenangkan LPMS Ideas diberikan kepada Buletin Partikelir edisi Juni 2014, bertajuk Mafia Dana Praktikum Mahasiswa. Buletin ini membahas mengenai dana praktikum mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ), yang dipertanyakan kejelasannya. Winda Chairunisyah Suryani, Pemimpin Umum LPMS Ideas, menjelaskan bahwa isu ini berawal dari keresahan mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) angkatan 2012. “Selain karena faktor kurangnya komunikasi antar birokrasi, uang praktikum di FS UJ juga diduga telah digunakan untuk kepentingan jurusan,” kata Winda.

Selain LPMS Ideas, juara dua kategori analisis isi diraih oleh Buletin Pabelan Pos edisi 109. Juara dua kategori kedalaman reportase diraih oleh Buletin Balkon edisi khusus Sept. 2015. Sedangkan juara pertama dan kedua katergori layout diraih oleh Buletin Pabelan Pos edisi 109 dan Buletin Ekspedisi edisi III/Oktober 2015.

Winda menjelaskan bahwa tidak ada kendala selama proses penggarapan Buletin Partikelir edisi Juni 2014. Beberapa masalah justru terjadi setelah buletin terbit. “Setelah terbit, ada dosen yang mengkritik secara langsung ke saya, katanya sih buletin itu tidak cover both side. Setelah itu insiden Pak Wis dengan Rosy terjadi, tragedi itu menyinggung buletin yang menurut Pak Wis hanya berisi hujatan,” Winda menjelaskan.

Namun hal ini tidak mematahkan semangat LPMS Ideas. Winda berharap kawan-kawan LPMS Ideas tidak takut untuk menulis kebenaran. “Penghargaan itu cuma bonus. Pencapaian kita sebenarnya adalah mengungkapkan kesalahan, agar kesalahan itu bisa dibetulkan kembali,” tukas Winda. []

Komentari
To Top