Berita

Pers mahasiswa kembali kawal kasus wartawan Udin

Rosy/IDEAS
Jejak berdarah kebebasan pers Indonesia.

Pers mahasiswa kembali mengawal kasus pembunuhan wartawan Fuad Muhamad Syafrudin, alias Udin. Tahun ini Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) melakukan aksi turun jalan, membuat pernyataan sikap, serta mengekspresiskan kepeduliannya melalui tulisan maupun gambar.

20 tahun lalu, Udin tewas karena dianiaya sekelompok orang tidak dikenal. Hal ini berkaitan dengan tulisan Udin yang dimuat Bernas, media harian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tulisan tersebut menguak kejanggalan proyek peningkatan jalan Tamantirto-Pengkolan di Kasihan, Bantul. Sayangnya sampai detik ini, kepolisian belum bisa mengungkap kasus kematian Udin. (Baca juga: Pers mahasiswa minta kepolisian segera tuntaskan kasus wartawan Udin)

Berdasarkan pernyataan sikap yang diterima persmaideas.com, PPMI menuntut Tito Karnivan, Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk mengutamakan penuntasan kasus Udin. Selain itu, PPMI juga meminta agar Presiden Joko Widodo lebih serius dalam menegakkan kebebasan pers, kebebasan berekpresi, dan kebebasan berpendapat.

Selain pernyataan sikap, kawan-kawan pers mahasiswa di beberapa kota mengekspresikan simpatinya melalui gambar dan tulisan. Mereka menggalakan tanda pagar #20TahunUdin #RawatKebebasan dan #TolakKekerasan di media sosial sebagai bentuk kepedulian pers mahasiswa terhadap kasus ini. Bahkan PPMI Dewan Kota Yogyakarta, bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen melakukan aksi turun jalan untuk memperingati kematian Udin.

Mengingat kematian Udin berkaitan dengan kebebasan pers, berekspresi, dan berpendapat di Indonesia, PPMI ingin terus konsisten untuk mengawal kasus Udin. “Saya harap ada pengawal terus menerus karena ini bagian dari perjuangan PPMI,” ungkap Abdus Somad, Sekretaris Jenderal PPMI, pada Selasa (16/08).

Somad berpendapat bahwa ada beberapa hal yang perlu dipelajari pers mahasiswa dari sosok Udin. Ia mengatakan, keberanian Udin dalam mengungkap fakta serta mengangkat kasus untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. “Kejujuran, Udin selalu bekerja dengan prinsip jurnalistik, tidak pernah manipulatif dalam menulis berita,” kata Somad.

“Modal keberanian dan kejujuran itulah yang perlu persma ambil dari perjuangan Udin,” tukas Somad. []

Komentari
To Top