Berita

Kawal Calon Dekan Fakultas Sastra Melalui Forum Presentasi Program Kerja

(Foto: Rosy/IDEAS)
Prof. Dr. Akhmad Sofyan, M.Hum, bakal calon dekan menyampaikan program kerjanya dihadapan forum.

Selasa pagi ini (23/08), Aula Fakulas Sastra Universitas Jember (FS UJ) dipenuhi oleh dosen, karyawan, serta mahasiswa . Mereka berniat mengikuti Forum Presentasi Program Kerja Bakal Calon Dekan periode 2016-2020. Terdapat dua kandidat yang akan memaparkan rencana kerja empat tahun mendatang.

Penjaringan bakal calon dekan FS UJ sudah dilakukan sejak awal Agustus 2016 lalu. Dari penjaringan tersebut terdapat dua dosen yang mengajukan diri, yaitu Prof. Dr. Akhmad Sofyan, M.Hum dan Prof. Dr. Novi Anograjekti, M.Hum. Keduanya merupakan tenaga pengajar di Jurusan Sastra Indonesia FS UJ.

Setelah memenuhi persyaratan administratif kedua kandidat harus menyusun program kerja. Program kerja tersebut wajib dipaparkan dihadapan forum. “Forum ini untuk presentasi program kerja. Memang melibatkan dosen, senat, administrasi, TU (Tata Usaha), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), himpunan mahasiswa jurusan, dan juga mahasiswa,” ujar Drs. Nawiyanto, M.A., Ph.D., selaku ketua panitia penjaringan bakal calon dekan periode 2016-2020.

Forum tersebut dimulai pukul 09.30. Masing-masing kandidat diberi waktu 20 menit untuk mempresentasikan rencana kerjanya. Setelah itu peserta boleh mengajukan pertanyan seputar kinerja bakal calon dekan periode mendatang. Hanya tiga dosen dan dua mahasiswa yang berkesempatan menyampaikan pertanyaan. Masalah Badan Eksekutif Mahasiswa, pengadaan fasilitas penunjang literer, keuangan fakultas, dan pengembangan penelitian sempat dibahas dalam forum tersebut. “Saya kira pesertanya cukup antusias, mencakupi semua,” terang Nawiyanto.

“Dari apa yang dipaparkan, sebenarnya kita akan tahu apa yang ia janjikan untuk dilakukan dalam empat tahun masa kepemimpinan,” tambah Nawiyanto. Pemaparan serta tanya jawab dalam forum ini, nantinya juga akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan siapa yang terpilih.

Sayangnya, mahasiswa tidak memiliki hak untuk memberi pertimbangan dalam rapat senat. “Kan (menurut) statuta universitas, yang memiliki suara untuk memilih dekan itu senat,” terang Nawiyanto. Senat Fakultas Sastra berjumlah 18 orang yang terdiri dari pemimpin fakultas, ketua jurusan, dan juga wakil dosen. Setelah itu, bakal calon dekan akan bisa ditetapkan menjadi calon dekan sesuai pertimbangan pada rapat senat. Rapat senat untuk memilih calon dekan akan dilaksanakan pada Jumat (26/08).

“Tentu saja yang memutuskan siapa yang akan menjabat sebagai pimpinan (dekan) itu keputusan ada pada rektor,” tukas Nawiyanto. Ia menjelaskan bahwa tidak ada peraturan pembagian persentase pertimbangan senat dan keputusan rektor. Namun biasanya calon yang mendapat dukungan terbanyaklah yang paling besar peluangnya untuk menjadi dekan. “Tapi ada pertimbangan khusus yang di luar itu. Hanya rektor yang tahu,” tambahnya.

“Dulu kamu berjanji seperti ini, realisasinya seperti apa?” kata Nawiyanto membayangkan apabila dekan terpilih nanti tidak melaksanakan kerja sesuai programnya. Melalui forum ini, ia berharap warga FS UJ, masing-masing menjadi pengawas dalam pelaksanaan kepemimpinan di FS UJ sampai tahun 2020 mendatang. []

Komentari
To Top