Berita

Universitas Jember Ubah Sistem PK2

Suasana PK2 saat pemberian materi sikap kritis di ruang 1 FS UJ pada Sabtu (20/8). (Foto: Abd. Haris/IDEAS)

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Mahasiswa baru Universitas Jember (UJ) kembali digelar sejak Senin (15/8) lalu. Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan PK2 tahun ini. Pasalnya, para mahasiswa baru tidak disatukan menurut fakultas masing-masing, melainkan terpecah menjadi 189 kelompok. Dalam satu kelompok beranggotakan 33 hingga 34 mahasiswa baru yang tercampur dari berbagai fakultas. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa baru dapat bersosialisasi dengan mahasiswa antar fakultas yang berbeda. ʺDari berbagai fakultas, sehingga mereka bisa berbaur, bisa punya teman di fakultas lain,ʺ ujar Wisasongko, Pembantu Dekan III Fakultas Sastra (FS) UJ.

Selain itu, metode pemberian materi PK2 UJ juga mengalami perubahan. ʺMetode pemberian materinya itu harus fun, seneng,ʺ kata Wisasongko. Oleh karena itu para pemateri harus memberikan materi yang lebih efektif dan komunikatif seperti pemberian game di sela-sela materi dan outbound yang dilaksanakan pada Minggu (14/8) lalu. Pemateri yang berjumlah lebih dari 300 ini pun berasal dari berbagai fakultas yang diatur oleh pusat.

Perubahan sistem PK2 tersebut merupakan hasil evaluasi dari tahun sebelumnya. “Jadi setiap tahun kegiatan PK2 dievaluasi, mana yang baik, mana yang tidak baik, tahun depan yang jelas itu (PK2) dan dikembangkan,” terang Wisasongko.

PK2 UJ kali ini juga disambut positif oleh para mahasiswa baru. Mereka mengaku senang dan menikmati kegiatan PK2 kali ini. ʺSeru, kita bisa lebih tau gimana sih fakultas lain lewat sharing sama tementemen,ʺ terang Ade Liya Pratiwi, salah satu mahasiswi baru Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UJ. Ade mengaku mendapatkan materi pengenalan diri dengan baik, meskipun ada beberapa materi yang menurutnya membosankan.

PK2 tahun ini akan berlangsung hingga Minggu nanti (28/8) yang ditutup dengan jalan santai dan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UJ. []


Penulis: Abdul Haris
Editor: Winda Chairunisyah

Komentari
To Top