Acara

Mendobrak Kebiasaan, UKMK Tampilkan Teater di waktu Petang

Pementasan teater "Estetika Kekacauan" oleh UKMK pada (02/09) di depan sekretariat UKMK. (Foto: Winda/IDEAS)

Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) Universitas Jember (UJ) pada Jumat sore (2/9) di halaman depan sekretariat UKMK mengadakan teater terbuka. Teater yang disutradarai oleh Afif Jauhari Asihang ini mengangkat tema tentang cinta dan kematian dengan judul Estetika Kekacauan. Dimulai pukul empat sore, teater outdoor ini terus berlanjut hingga mengikuti perpindahan waktu dari sore ke malam hari. “Sengaja, memang momen-momen magrib yang ingin diambil sebagai penunjang adegan,” ujar Afif yang biasa dipanggil dengan nama Pepe.

Segala bentuk ide dan jalan cerita, berawal dari sebuah keresahan yang kemudian diobrolkan bersama di waktu senggang. “Berawal dari ngopi dan mabuk bareng, kami mengalami keresahan yang sama,” ungkap Pepe jujur. Sebagai sutradara, Pepe mengaku hanya mengumpulkan ide, ide asli ditulis oleh Ahmad Siddiq Putra Yuda, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UJ.

Teater di Jember yang lebih sering menggunakan bahasa mendayu-dayu, mengambil latar di dalam ruangan, dan dipentaskan pada malam hari, membuat mereka merasa bosan, dan akhirnya memilih ide baru. “Kami ingin mendobrak kebiasaan teater pada umumnya,” jelas Pepe.

Pepe yang baru pertama kali menjadi sutradara sekaligus aktor dalam teater, menjelaskan bahwa promosi acara ini memang tidak terlalu luas. Meskipun ada kekhawatiran tidak adanya penonton, tapi Pepe menekankan bahwa kali ini dia hanya ingin fokus pada konten teater.

Hariyati Ainurrohmah, salah satu penonton teater ini merasa terkecohkan dengan adegan-adegan dalam teater. Dia bercerita, bahwa baru pertama kali melihat teater dengan dua panggung yang memainkan kisah yang berbeda tapi saling bergantian. “Sempat gak nyangka, loh ternyata tempat itu panggung ya, oh ada dua panggung ya,” cerita Hariyati saat awal menyaksikan teater tersebut.

Teater ini dianggap menarik bagi Hariyati. “Secara gak sadar, ternyata kita (penonton) juga termasuk aktor di dalam cerita, menarik lah,” pungkas Hariyati. []

 

Editor: Winda Chairunisyah

Komentari
To Top