Berita

Perjuangan mempertahankan lahan di balik Film Nokas

Diskusi bersama Abe, sutradara Film Nokas di Home Theater Fakultas Ilmu Budaya, pada Rabu (22/3). (Foto: Rosy/IDEAS)

“Ada kemarahan dalam anak-anak muda Kupang yang merasa mereka tidak pernah tahu tentang daerah, media asyik dengan ibu kota,” keluh Manuel Alberto Maia. Berangkat dari itu, lelaki muda yang akrab disapa Abe ini, menggaungkan suara dari Nusa Tenggara Timur melalui film.

Abe membuat film dokumenter yang menguak tentang tradisi Belis di Timor. Tradisi pernikahan dimana mempelai laki-laki memberi mahar kepada keluarga mempelai perempuan. Ia memilih Nokas, seorang pemuda Helong, menjadi tokoh utama.

“Dia satu-satunya petani yang anak muda, ada di Kupang,” kata Abe pada Rabu (22/3), usai pemutaran Nokas oleh Layar Kemisan. Ia menjelaskan bahwa sedikit sekali pemuda Kupang yang bertahan menjadi petani. Mereka lebih memilih merantau ke luar pulau untuk bekerja.

Rupanya perkenalan Abe dengan Nokas tidak sekedar kepentingan membuat film. Jauh sebelum produksi film, Abe bersama kawan-kawan Komunitas Film Kupang melakukan advokasi di daerah tempat tinggal Nokas. “Beta sebenarnya kenal Nokas karena terlibat advokasi. Jadi tanahnya Nokas itu mau diambil, mau dibangun bendungan,” jelas Abe.

Nokas berasal dari etnis Selong. Daerah tempat tinggal Nokas adalah satu-satunya daerah yang masih bertahan menjadi identitas suku Selong di Kupang. Lahan mereka terancam diambil untuk pembagunan bendungan. “Perampasan lahan itu sama dengan penghancuran kebudayaan, itu sama dengan penghancuran terhadap suatu peradaban,” kata Abe.

“Sangat sedikit media mainstream yang memberitakan tentang Indonesia Timur, khususnya NTT,” terang Abe. Maka membuat film adalah salah satu cara Abe untuk menyuarakan hak-hak masyarakat di NTT.

Perjuangan petani di Kupang tidak sia-sia. Sampai saat ini mereka berhasil mempertahankan lahannya. “Baru beberapa bulan yang lalu bendungannya dibatalkan,” jelas Abe.

Perjalanan Abe menjadi sineas muda asal Timor tidak berhenti disini. Abe dan Komunitas Film Kupang akan terus membuat film yang bercerita tentang Timor. “Sebenarnya kita punya satu film pendek tentang perjuangan petani di tempatnya Nokas menolak pembangunan bendungan,” tambah Abe. []

Komentari
To Top