Berita

BPK Media pertahankan adanya Buletin Merah Putih

Rancangan Program Kerja BPK Media yang dibahas dalam forum Muskerkot PPMI Kota Jember pada Sabtu, 9 September 2017 (Foto: Ayu/Ideas)

Seluruh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Jember menyepakati untuk tetap mempertahankan adanya Buletin Merah Putih yang dianggap sebagai ciri khas Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). Kesepakatan tersebut terjadi dalam Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) yang diselenggarakan pada Sabtu (09/09) di Gedung Gazena Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember. Penggarapan Buletin Merah Putih menjadi Program Kerja (proker) dari Badan Pekerja Kota (BPK) Media.

Mohammad Nur Huda, Koordinator BPK Media menjelaskan ciri khas PPMI Kota Jember terletak pada isi tulisan, bukan pada produk cetak yang berupa buletin. Dalam beberapa periode, Buletin Merah Putih sempat diubah menjadi tabloid bahkan majalah. “Tentang isu rakyat maupun pelanggaran penguasa sering terdengar dalam lembaran-lembaran Buletin Merah Putih. Jadi mengarah ke dalam isinya,” jelas Huda ketika ditemui seusai forum.

Huda menganggap Buletin Merah Putih sebagai hasil dari proses yang dialami pengurus selama satu periode kepengurusan. “Buletin itu sebagai output dari bagaimana kita semua pengurus kota ini berproses,” ujar Huda. Meskipun demikian, Huda menambahkan bahwa Buletin Merah Putih tidak dibuat oleh pengurus PPMI saja. BPK Media akan mengajak perwakilan dari seluruh LPM se-Jember untuk berperan aktif dalam penggarapannya.

Dengan proses penggarapan yang cukup lama, sedangkan perkembangan media saat ini menuntut kecepatan dan ketepatan waktu, Huda berpendapat hal itu bukanlah suatu alasan yang dapat membuat Buletin Merah Putih dihapus. Huda mengambil perbandingan yang sempat dipaparkan di dalam forum oleh Putu Ayu Deasynta Putri Suardita, anggota BPK Penelitian dan Pengembangan. Diibaratkan seperti hendak pergi ke Pasar Tanjung, ada banyak pilihan jalan yang bisa dilalui seseorang ketika ingin menuliskan pengalaman selama perjalanan. Orang yang mengendarai sepeda motor dapat lebih cepat sampai ke Pasar Tanjung, namun kurang mendapatkan hasil yang maksimal untuk menulis pengalaman karena data yang didapat selama perjalanan cukup singkat. Sedangkan orang yang memilih menggendarai sepeda ontel akan mendapatkan banyak hal untuk dijadikan data penulisan tentang pengalaman perjalanan, meskipun akan memakan waktu lebih lama untuk sampai di Pasar Tanjung. “Satu kritisan kan perlu analisa, kajian mendalam, nggak harus waktu yang ditentukan, namun juga proses untuk menuju tujuan tersebut,” ungkap Huda.

Untuk masalah publikasi, Huda merasa dengan adanya share link sebagai proker BPK Media dapat menjadi solusi dalam menyebarluaskan Buletin Merah Putih. “Kita membuat Buletin Merah Putih, nanti ditaruh di persma.org. Di situ kan kita sudah bisa mengimbangi antara publikasi cetak maupun online-nya juga,” tutur Huda.

Huda berharap seluruh BPK dapat bekerja sama dan saling menghargai pendapat masing-masing agar proker Buletin Merah Putih dapat terlaksana. “Kita harus jalani proses itu bersama, kita hargai perspektif teman-teman, InsyaAllah jadi,” ujar Huda.[]

Komentari
To Top