Berita

Organisasi Mahasiswa FIB anggap pelaksanaan P2MABA tidak efektif

Pembukaan P2MABA FIB pada Sabtu, (23/09). (Foto: Dewi/Ideas)

Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UJ) menanggapi adanya perubahan jangka waktu pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (P2MABA). Kegiatan tersebut dimulai sejak Sabtu, 23 September 2017 hingga delapan minggu ke depan setiap Sabtu di FIB. Pelaksanaan P2MABA yang dilakukan selama delapan Minggu ini sempat berubah menjadi tiga minggu kemudian berubah kembali menjadi delapan minggu.

Muhammad Riza Imaduddien selaku Ketua Umum (Ketum) Mahasiswa Pecinta Alam Swapenka merasa bahwa fakultas terkesan tidak konsisten karena sempat dua kali mengubah aturan pelaksanaan P2MABA, yang awalnya delapan minggu menjadi tiga minggu kemudian kembali lagi menjadi delapan minggu. ”Gini terus berubah lagi terus berubah lagi akhirnya terlihat plin-plan sekali kan dengan sistemnya”, tukas Riza.

Iis Fitrianingsih selaku Ketum Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah menganggap bahwa delapan minggu jangka waktu pelaksanaan P2MABA terlalu lama. “Panitia itu mempersingkat waktu, karena kasihan mahasiswa baru. Mahasiswa baru ini tidak dituntut hanya untuk Ospek saja tetapi kuliah dan mereka ini banyak tugas juga,” ujar Iis.

Iis juga menyampaikan meskipun keputusan tersebut sudah menjadi aturan dari universitas, namun seharusnya fakultas mampu membaca kondisi mahasiswa. “Sebenarnya kalau menurut saya sendiri kebijakan universitas ini kembali lagi ke fakultas. Bagaimana fakultas menilai atau mengetahui kondisi mahasiswa-mahasiswa baru gitu,” ujar Iis.

Selain itu, Lu’luul Firdausiyah selaku Bendahara Umum Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia menyampaikan bahwa jangka waktu pelaksanaan P2MABA tidak efektif, karena delapan butir materi yang ada pada Surat Peraturan Rektor bisa dilaksanakan tiga sampai empat minggu saja, tidak perlu hingga delapan minggu. “Itu buang-buang waktu, padahal delapan minggu dengan delapan materi keorganisasian atau apa lah itu bisa sih dalam tiga sampai empat minggu saja,” ujar Lu’luul.[]

Komentari
To Top