Berita

Ingin gali potensi sastra di Jember, Dewan Kesenian Jember adakan Buletin Sastra

Penyampaian materi Sastra Lisan oleh Eko Suwargono dalam acara pelatihan program buletin sastra di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember pada Jumat (20/10). (Dewi/IDEAS)

Dewan Kesenian Jember (DKJ) menggelar pelatihan Buletin Sastra pada Jumat (20/10) di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari serangkaian kegiatan dalam program Buletin Sastra. Tujuan dari diadakannya Buletin Sastra ini adalah untuk menggali potensi-potensi sastra yang ada di Jember.

“Tujuan program Buletin Sastra ini adalah untuk menggali potensi-potensi sastra yang ada di Jember, didokumentasikan dalam bentuk buletin supaya bisa dibaca oleh masyarakat, khususnya masyarakat Jember,” ungkap Yongky Gigih Prasisiko selaku Koordinator Bidang (Kabid) Sastra DKJ dalam pembukaan pelatihan program Buletin Sastra.

Program Buletin Sastra akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober 2017 hingga Januari 2018. Sedangkan pelatihan Buletin Sastra digelar setiap Jumat pukul 18.00 WIB di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember.

Program Buletin Sastra merupakan program dari bidang Sastra DKJ. Program semacam ini bukan yang pertama, DKJ sempat memiliki majalah mengenai kebudayaan dan kesenian. “Kalau baru sih nggak. Dulu ada, kalau nggak salah ya, DKJ punya majalah, tapi bukan sastra, majalah kebudayaan dan kesenian dari DKJ sendiri, tahun 2000 awal 90-an akhir, yang itu kemudian terputus sampai sekarang ini, 2017, ” terang Yongky.

Edisi perdana Buletin Sastra akan mengusung tema Sastra Lisan, berkaitan dengan hal itu pelatihan pertama ini membahas mengenai Pengenalan Sastra Lisan: Cerita Panji. Pembahasan tersebut disampaikan oleh Dr. Eko Suwargono, M. Hum yang merupakan Filolog, Dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, sekaligus Ketua Umum DKJ. “Salah satu motivasinya, karena Jember banyak sekali cerita lisan, tapi minim dokumentasi. Misalnya di Jember itu ada Watu Ulo,” ungkap Yongky.

Yongky berharap Buletin Sastra dari DKJ akan selalu terbit dalam estimasi waktu yang telah direncanakan, yaitu empat bulan sekali. Yongky juga menginginkan agar tradisi tulis tetap terlestarikan, sehingga Sastra Lisan di Jember dapat terdokumentasikan. “Sebenarnya ya keinginan juga ingin membangkitkan lagi apa tradisi tulis, terbitan berkala dari DKJ yang lingkupnya itu Jember,” tukas Yongky.

 

Penulis: Yuniar Putri

Komentari
To Top