Berita

EDSA ajak generasi muda mengapresiasi karya sastra melalui Seminar Nasional

Seminar Nasional oleh EDSA menghadirkan Pidi Baiq dan Yusri Fajar, Minggu (29/10) di Gedung Soetardo Universitas Jember. (Foto: Ayu/IDEAS)

English Departemen Student Assosiation (EDSA) adakan Seminar Nasional bertajuk “Lives in Book: Brain, Love, and Work” pada 29 Oktober 2017 di Gedung Soetardjo Universitas Jember (UJ). Seminar yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ini menghadirkan Pidi Baiq, penulis novel trilogi Dilan, dan Yusri Fajar, penulis Surat dari Praha, sebagai pembicara.

“Kita nyari sosok yang deket banget dengan teman-teman pemuda, yang kira-kira omongannya itu bakalan didengerin sama kaum-kaum muda ini,” ungkap Fina Rifqyah selaku Ketua Panitia. Fina berasumsi generasi muda saat ini kurang menyukai obrolan yang formal dan terlalu menggunakan pikiran. Mereka lebih memilih obrolan dengan gaya santai. “Kalo dinasehati yang berat-berat malah ngantuk. Jadi kalau Pidi Baiq ini kan orangnya santai, tapi omongannya ngena banget ke pribadi-pribadi orang-orangnya ini,” tambah Fina.

Fina mengungkapkan adanya dunia yang berbeda pada diri seorang penulis ketika berada di kehidupan nyata dan di buku menjadi alasan pemilihan tema “Lives in Book: Brain, Love, and Work”. Penulis di kehidupan nyata memiliki karakter yang dapat berlawanan dengan karakter ketika dirinya berada di dalam buku. “Jadi kita ini mau nerangin gimana sih pribadi orang-orang yang punya dua karakter gitu kan?”

“Hal-hal kecil yang ada di buku itu jarang banget disadari orang-orang,” ujar Fina. Fina menjelaskan di dalam sebuah buku, yang terlihat hanya permasalahan pokok pada karakter utama, sedangkan dalam pembahasannya masih terdapat masalah-masalah kecil yang luput namun penting sebagai pembelajaran bagi pembaca. Dengan adanya seminar ini diharapkan generasi muda dapat menumbuhkan kembali minat untuk membaca dan mengapresiasi tulisan orang lain. “Kita pengennya minat baca teman-teman dan minat mereka akan literasi itu muncul lagi. Jadi mereka bukan hanya membaca karya tapi juga mengapresiasi karya,” harap Fina.

Peserta yang hadir dalam seminar ini bukan hanya mahasiswa dari UJ, namun juga mahasiswa Universitas Islam Negeri Surabaya, mahasiswa dari Malang, dan Siswa SMA 2 Genteng.

Fara Himmatur Rofiqoh, Mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UJ antusias dengan adanya kegiatan ini. Ia merasa konsep seminar yang dibuat dengan semacam wawancara pada pembicara menjadikan kegiatan ini tidak membosankan. “Bagus sih. Terus kan modelnya nggak kayak seminar biasae, kayak sharing-sharing gitu, jadi lebih seru. Narasumbernya juga menarik.” Fara berharap melalui seminar ini dirinya dapat belajar menulis dengan lebih baik. “Harapannya bisa belajar untuk nulis soale aku juga seneng baca buku, novel, juga ini belajar buat nulis juga,” harap Fara.

Komentari
To Top