Berita

Pemilu Raya di Fakultas Ilmu Budaya kurang mendapat antusias

Pemilu Raya di Pendopo Depan Fakultas Ilmu Budaya pada Kamis (02/11) (Foto: Hamidah/Ideas)

Pemilihan Umum (Pemilu) Raya serentak dilaksanakan pada Kamis (02/11) di setiap  fakultas Universitas Jember (UJ). Pemilu Raya dilaksanakan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), serta Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) UJ. Salah satunya  Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang melakukan Pemilu Raya di Pendopo Depan, dimulai pada pukul 08.00 sampai 16.00. Pemilu Raya tersebut kurang mendapat perhatian dari mahasiswa FIB.

Pemilu Raya dilakukan secara online di tempat pemungutan suara. Elisa Putri selaku saksi Pemilu Raya mengatakan bahwa mahasiswa FIB cenderung kurang antusias untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu Raya tersebut. “Masih FIB sama PSSI kalau gak salah masih pasif,” ujar Elisa.

Berbeda dengan fakultas lain, mahasiswa sangat berantusias untuk ikut andil dalam Pemilu Raya. “Ramainya sih biasa gak seramai fakultas lain, di sini lebih pasif. Kalau yang di Ekonomi itu lancar malah ramai sampai antre,” ujar Elisa. Elisa berasumsi mahasiswa FIB kurang berminat untuk turut dalam pemilu raya Ketua dan Wakil Ketua BEM serta BPM. Dia menganggap mahasiswa FIB lebih memilih memikirkan kuliah dan kesibukan masing-masing di kampus. “Mungkin dari minat dalam politiknya ya gak mau maksudnya kurang dalam bidang demokrasi gitu gak terlalu minat lah jadi mungkin sibuk sendiri,” lanjut Elisa.

Fiezu Himah El Aa’many salah satu mahasiswa dari jurusan Sastra Indonesia mengatakan bahwa mahasiswa FIB kurang mengetahui adanya Pemilu Raya pertama. “Kalau menurutku, katanya kan pemilu pertama ya mungkin karena pemilu pertama itu antusianya jadi kurang,” ujar Fiezu. sehingga hanya terlihat beberapa mahasiswa yang memilih Ketua dan Wakil ketua BEM serta BPM UJ. Fiezu mengaku dirinya tidak ikut serta untuk memilih. “Aku tidak nyoblos, soalnya demokrasinya kurang menyeluruh bentuknya, masih belum rata, publikasinya belum nyampek ke sudut-sudutnya,” lanjut fiezu.

Fiezu mengungkapkan dirinya tidak mengetahui komunikasi secara langsung antara calon kandidat dengan mahasiswa UJ. “Dari aku pribadi gak ada yang kenal, seharusnya kalau gak kenal kan dia berusaha untuk memperkenalkan diri nah itu dari masing-masing kandidat itu ya gak ada bentuk publikasi secara langsung, secara langsung apa yang ingin disampaikan,” ujar Fiezu.[]

Komentari
To Top