Berita

Mahasiswa baru butuh penyalur informasi

Seorang mahasiswa mencari informasi melalui telepon pintar. (Foto: Rosy/IDEAS)

“Gak ada masalah sih meskipun gak ada BEM tapi bisa dihandle secara baik,” kata Diah Umi Azizah, mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2017. Pada Kamis (2/11), Diah turut berpartisipasi dalam pemilihan umum Badan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa Univerista Jember (BEM BPM UJ). Ia menggunakan hak pilihnya atas dasar kebutuhan akan informasi.

Diah menganggap keberadaan BEM dapat membantu saat Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2). Ia sempat kebingungan saat PK2. BEM di fakultas lain mengurusi absensi dan memberi arahan saat upacara PK2. Sementara Diah bingung harus bertanya pada siapa bila membutuhkan informasi seputar FIB saat PK2. “Kebanyakan mahasiswa baru 2017 sendiri kemarin pas PK2 itu juga kesulitan. Seperti absen dan tempat upacara. Di fakultas lain itu diarahkan sama BEM-nya. Kayaknya kok sulit itu kalau gak ada BEM,” terang Diah.

Awalnya Diah tidak tahu menahu mengenai apa itu BEM dan BPM. Ia berusaha mencari informasi. Ia datang saat debat kandidat  (19/10), di Gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJ). Melalui debat tersebut, Diah menangkap bahwa BEM bisa mempermudah mahasiswa baru mendapat informasi seputar universitas. Ia memutuskan untuk mengikuti pemilihan umum.

Dia mengetahui adanya pemilihan umum BEM dan BPM dari mahasiswa angkatan sebelumnya. “Kenal kakak tingkat dari Ilmu Sejarah, terus menginfokan sebentar lagi ada pemilihan BEM.”

Pada hari pemilihan, Diah sempat memperhatikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Di FISIP, mahasiswa terlihat mengantri untuk melakukan pemilihan. “Kan pas mau milih itu melewati FISIP dulu Mbak, ya. Nah di FISIP itu sampai antri, sampai full,” tukas Diah.

Begitu tiba di FIB, Diah melihat suasana yang berbeda. “Kok di fakultasku sepi banget ya?” pikir Diah.

Mendapati hal tersebut, Diah menghimpun informasi dari temannya. Ia mendapati bahwa Unit Kegiatan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Ilmu Budaya (UKM HMJ FIB) menolak BEM. “Aku ngobrol sama anak-anak, dengar ada salah satu UKM yang gak mau. Ternyata setelah dengar gak hanya satu, tapi semuanya nolak BEM,” ujarnya.

Tidak adanya BEM di FIB bukan masalah bagi Diah. Selama UKM dan HMJ bisa menjadi penyalur informasi bagi mahasiswa baru. “Menurutku sih kalau gak ada BEM tapi semua kegiatan sama UKM sendiri sih gak apa apa,” tambah Diah. []

Komentari
To Top