Acara

“REBIRTH” (Kelahiran Kembali)

Empatbelas Project merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember angkatan 2014 dalam ranah berkarya dan berdiskusi film. Sebagaimana kata-kata Soekanto (2006), “Kelompok merupakan tempat bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan sosiologis, ekonomis, maupun kebutuhan sosiologisnya. Dengan berkelompok, manusia dapat mengembangkan potensi, aktualisasi, dan eksistensi dirinya”. Berlatarbelakang keinginan untuk menyatukan aspirasi, ide dan gagasan dalam  berkarya, kami bersepakat untuk membuat sebuah kelompok yang diberi nama Empatbelas Project.

Film merupakan sebuah media komunikasi audio visual yang seolah-olah melahirkan kembali realitas kehidupan keatas layar dengan tujuan dan perspektif dari pembuat film. Dalam kehidupan terdapat banyak realitas yang terjadi, baik personal maupun komunal. Oleh karena itu pembuat film berusaha melahirkan kembali realitas kedalam sebuah karya audio visual untuk menyampaikan pesan dan menghibur penonton.

Kelahiran adalah sebuah proses siklus hidup dalam menumbuhkan sesuatu hal yang baru. Pertumbuhan ini tentunya tidak terlepas oleh pengalaman-pengalaman dari dalam maupun luar diri manusia dalam memahami perjalanannya. Adanya kesamaan arti antara kelahiran dengan perjalanan kami, khususnya dalam berkarya tentunya tak lepas dari berbagai pengalaman. Pengertian kelahiran kembali atau rebirth adalah proses panjang memahami pengalaman-pengalaman dalam perjalanan kami yang tidak sedikit juga batu kerikil menghadang. Oleh karena itu kami memilih tema rebirth, yang berarti terlahir kembali menjadi sesuatu yang baru. Sebagai representasi transisi atau perubahan karya kami yang telah diciptakan melalui proses dari waktu ke waktu.

Tema rebirth kami tunjukkan dengan pemutaran tiga karya film terbaru dari kami yang bersamaan dengan berbagai pameran artistik serta proses dibalik terciptanya karya tersebut. Penggunaan tema rebirth sekaligus menjadi semangat dan harapan kedepannya agar kami mampu melahirkan karya yang berkualitas serta bertanggung jawab.

Kelahiran kembali atau rebirt juga kami simpulkan sebagai siklus konflik problematika manusia. Konflik yang terjadi dalam kehidupan manusia pada dasarnya konflik kekuasaan yang selalu terlahir kembali, meski dalam bentuk yang berbeda. Tentunya hal ini kami singgungkan dengan esensi karya film yang merupakan hasil rekonstruksi sebuah realitas kedalam audio visual, karena konflik kekuasaan merupakan salah satu realitas yang terjadi dalam kehidupan manusia. Maka dari itu “Manusia dan Kekuasaan” kami pilih sebagai judul program pemutaran kali ini.

-Tigadua : kekuasaan adalah hal yang selalu diperebutan oleh manusia. Manusia yang memperebutkan kekuasaan akan selau menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan siapapun yang menjadi penghalang, dan tak memandang bulu siapa pun itu.

-Tanung : kekuasaan merupakan sesuatu yang selalu diidam-idamkan oleh manusia. Meskipun begitu, kekuasaan memiliki tanggung jawab yang besar. Kekuasaan membutuhkan kesiapan lahiriah dan batiniah sang pemilik terhadap hal tersebut.

-Ji Dullah : kekuasaan, Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kekuasaan. Seorang manusia yang  memilki pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya tentunya ingin mendapatkan kedudukan yang lebih lagi, yaitu dapat menguasai lingkungan di sekitarnya.

Komentari
To Top