Berita

Alasan Titik Maslikatin tentang liburnya Perpustakaan FIB

Suasana Perpustakaan FIB UJ pada 27 Februari 2018 (Foto: Dewi/IDEAS)

Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UJ) harus diliburkan karena proses penataan ulang koleksi perpustakaan. Titik Maslikatin selaku Wakil Dekan II FIB menjelaskan bahwa kebijakan ini guna memudahkan mahasiswa untuk mencari buku di perpustakaan. “Selama ini mencari buku sudah nyaman gak? Merasa penataan perpus sudah bener gak? Mencari skripsi sulit gak? Nah itu dasarnya,” katanya.

Selain itu Titik mengungkapkan bahwa selama ini pengadaan buku di Perpustakaan FIB terhambat. Ada banyak buku-buku sumbangan dari mahasiswa yang mengendap di jurusan. ”Mahasiswa sebelum lulus kan menyerahkan buku atau menyerahkan uang yang dibelikan buku, nah oleh jurusan tidak diserahkan ke Perpustakaan Fakultas, kenapa? Karena perpustakaannya amburadul. Itu tantangan bagi saya,” jelas Titik.

Titik mengatakan bahwa jangka waktu penataan ulang koleksi perpustakaan tidak sesuai dengan yang dibayangkan. “Pertama Bu Titik bikin surat tugas itu satu minggu, ternyata belum selesai, kita buat lagi surat tugas kedua untuk satu minggu berikutnya, ternyata belum bisa selesai juga. Kata petugas perpustakaan tambah tiga bulan lagi,” ungkap Titik.

Ia juga mengungkapkan bahwa perpustakaan harus diliburkan agar proses penataan ulang koleksi perpustakaan ini tidak terhambat. Penataan ulang koleksi Perpustakaan FIB ini melalui beberapa tahapan, yakni pengklasifikasian, pelabelan, input data ke dalam komputer, lalu penataan pada rak. “Karena buku-bukunya itu banyak, yang sudah diinput kalau sampai hari ini sekitar 4000-an. Jadi kalau dibuka takut tidak konsen, terus mbalik lagi, mulai dari nol lagi,” ujar Titik.

Menanggapi keluhan mahasiswa yang tidak dapat meminjam buku di Perpustakaan FIB,Titik mengarahkan mahasiswa untuk mencari dan meminjam buku di Perpustakaan Pusat UJ atau pada dosen. “Disarankan untuk ke Perpustakaan Pusat, kalo mentok benar-benar tidak ada dan mahasiswa tau dosennya punya, saya bantu pinjamkan begitu,” jelas Titik.

Selain itu, Titik juga berharap mahasiswa turut membantu penataan ulang koleksi perpustakaan FIB agar penataan koleksi perpustakaan ini bisa berlangsung lebih cepat. “Saya berharap kalo ada temen-temen yang saat ini lagi kosong, lagi gak ngapa-ngapain, minta ajarin buat input data bantuin di perpustakaan,” ujar Titik.[]

Komentari
To Top