Berita

Pagelaran karya Rebirth tuai banyak apresiasi

Suasana diskusi usai pemutaran film Rerebirth. Foto: (Warda/IDEAS)

Rebirth merupakan tema pemutaran film dalam pagelaran karya oleh Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) angkatan 2014, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UJ). Pagelaran karya ini dipelopori oleh Empatbelas Project dan didukung oleh Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi (Himafisi).

Kekuasaan menjadi tema besar dalam ketiga film tersebut. Sutradara Film Ji Dullah, Alif Septian Raksono mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak berniat mengomentari pemerintah dengan tema dari film tersebut. “Saya bukan mau mengkritik atau membenarkan sesuatu, saya hanya ingin bercerita tentang yang terjadi, mau dinilai baik atau buruk itu terserah penilaian masing-masing,” jelas Alif.

Dalam pagelaran karya ini, banyak penonton yang mengapresiasi ketiga film yang diputar. Sigit Setiawan merupakan salah satu dosen PSTF yang mengapresiasi pemutaran film ini. Film yang pertama diputar adalah Tigadua dengan genre laga, kemudian dilanjutkan film Tanung dengan genre horor, dan yang diputar terakhir adalah film Ji Dullah dengan genre komedi. Menurutnya pemilihan urutan film yang diputar ini sangat tepat. “Karena ini ditutup dengan film Ji Dullah kita jadi humor semua. Mungkin akan sangat tegang jika ditutup dengan film Tenung. Jadi pemilihan rundown film itu sangat berepengaruh dan menurut saya ini berhasil gitu,” ungkapnya.

Bagi Sigit melalui film kita dapat menyampaikan amanat kepada orang lain terutama penikmat film. “Yang perlu diketahui bahwa saya semakin yakin film itu adalah corong biacara. Artinya film itu adalah bahasa untuk bisa menyampaikan pesan tertentu terhadap khalayak,” terangnya kembali.

Apresiasi lainnya juga datang dari Brian Mahasiswa PSTF angkatan 2013. Menurutnya dari ketiga film yang diputarkan memiliki keunggulan masing- masing, meskipun masih ada sedikit kekurangan. “Untuk film yang pertama itu kameramennya bagus menurut saya. Kalau untuk yang kedua Tanung, unsur setannya menurut saya kurang tapi ya cukup menegangkan lah, dan audionya yang menakutkan gitu. Dan untuk film yang ketiga itu bagus, dapat membuat penonton itu lepas kalau ketawa,” tutur Brian.[]

Komentari
To Top