Acara

Mempertahankan komunitas, diskusi bersama Niki Suryaman

Niki Suryaman di Pawon Art Space, pada Selasa (27/3). (Foto: Dewi/IDEAS)

Amorfati Library, Perpustakaan Jalanan Jember menyelenggarakan diskusi bersama Niki Suryaman pada Selasa (27/3) di Pawon Art Space. Amorfati Library sendiri merupakan komunitas perpustakaan jalanan. Terdapat beberapa perpustakaan jalanan di Indonesia dan mereka memiliki relasi yang baik. Tujuannya memberi akses membaca kepada masyarakat.

“Mang Niki ini adalah salah satu orang yang ada di dalam Perpustakaan Jalanan Bandung. Setiap perpustakaan jalanan ini punya hubungan baik dengan perpustakaan jalanan di kota lain. Jadi ketika Mang Niki ke sini dia menghubungi teman-teman Perpustakaan Jalanan Jember,” jelas Muhammad Sadam Husaen, penggagas Amorfati Library.

Niki juga merupakan salah satu pendiri komunitas bernama Rumah Bintang. Komunitas yang telah berdiri selama empat belas tahun ini, terletak di Bandung, Jawa Barat. Niki dan teman-teman pendiri komunitas ini, bergerak di bidang pendidikan anak. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan semangat berkomunitas di Jember. “Tujuannya sharing spirit dari teman-teman Rumah Bintang ya. Ada yang bisa bertahan sampai empat belas tahun, mereka merintis Rumah Bintang menjadi pendidikan alternatif,” tutur Sadam.

Pada diskusi ini Niki diminta untuk menceritakan pengalamannya mempertahankan komunitas bersama rekan-rekannya di Rumah Bintang. Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang ada di dalam komunitas harus memiliki penghasilan untuk menghidupinya dirinya sendiri. “Kalau kata Mang Niki tadi, jangan melupakan urusan perut masing-masing. Ketika urusan perut masing-masing terpenuhi, ya kita pasti bisa mempertahankan komunitas masing-masing,” ungkap Sadam.

Selain itu, kedatangan Niki ke Jember juga bertujuan untuk memperkenalkan satu karya dari anak-anak didiknya di Rumah Bintang. Karya itu berbentuk album berjudul ‘Nyanyian Anak Bintang’. Setelah mendapat kabar kedatangan Niki, Sadam langsung mengajak Niki untuk mengadakan diskusi bersama teman-teman di Jember. ” Kita gak mendatangkan. Ini dalam rangka Mang Niki touring aja. Jadi dia mampir ke Jember, trus kita tawari,” ujar Sadam.

Sekitar lima belas orang melingkar mengikuti diskusi bersama Niki. Mereka terdiri dari komunitas dan organisasi mahasiswa. “Karena acara ini mendadak, jadi kita gak mengundang secara formal. Sebar broadcast message aja ke teman-teman dekat atau temen-temen yang punya komunitas dan organisasi mahasiswa,” tutur Sadam.

Menurut Sadam, diskusi ini cukup dapat menarik perhatian teman-teman di Jember. “Kalau melihat temen-temen yang dateng ya mereka cukup antusias. Cuma lewat broadcast message, ternyata banyak juga yang mau dateng,” ungkap Sadam.

Sadam berharap dengan adanya diskusi kali ini teman-teman komunitas yang ada di Jember tidak patah semangat. “Harapannya temen-temen dari komunitas tetep semangat, terus berkomunitas, terus mengembangkan komunitasnya dan punya semangat untuk punya pengaruh terhadap masyarakat sekitar,” kata Sadam.

Komentari
To Top